Siapa Sebenarnya Queen of Atlantis dalam Mitologi Kuno?

Siapa Sebenarnya Queen of Atlantis dalam Mitologi Kuno?

Atlantis bukan sekadar nama pulau yang tenggelam. Di balik narasi besar tentang peradaban yang hilang itu, tersimpan sosok-sosok misterius yang jarang dibahas—salah satunya adalah Queen of Atlantis, sang ratu yang disebut-sebut memerintah di atas daratan paling legendaris dalam sejarah mitologi dunia. Banyak orang hanya tahu Atlantis dari sisi geografisnya, namun melupakan bahwa setiap kerajaan besar selalu memiliki figur perempuan kuat di baliknya.

Plato, filsuf Yunani kuno, pertama kali menulis tentang Atlantis dalam dua dialognya—Timaeus dan Critias—sekitar abad ke-4 SM. Dalam catatan tersebut, Atlantis digambarkan sebagai kerajaan maritim raksasa yang diperintah oleh keturunan dewa Poseidon. Nah, di sinilah kisah sang ratu mulai muncul, meski sering kali terselip di antara nama-nama raja dan dewa yang lebih dominan.

Menariknya, kajian mitologi modern yang berkembang pesat hingga 2026 ini justru makin banyak menggali peran perempuan dalam narasi Atlantis. Para peneliti mitologi komparatif mulai mengidentifikasi beberapa nama yang layak disebut sebagai kandidat kuat “Ratu Atlantis”—dan jawabannya ternyata tidak tunggal.

Cleito: Nama Paling Dekat dengan Queen of Atlantis

Asal Usul Cleito dan Hubungannya dengan Poseidon

Jika merujuk langsung pada teks Plato, nama yang paling sering dikaitkan dengan posisi ratu atau “ibu dari dinasti Atlantis” adalah Cleito. Ia adalah seorang perempuan manusia biasa yang jatuh cinta—atau lebih tepatnya, dipilih—oleh Poseidon, dewa laut. Dari hubungan mereka lahir sepuluh putra, yang kemudian menjadi sepuluh raja pertama yang memerintah wilayah Atlantis secara bergantian.

Cleito tinggal di sebuah bukit kecil yang kemudian dikelilingi oleh Poseidon dengan cincin-cincin air dan daratan secara konsentris, membentuk pulau yang terisolasi dan sakral. Struktur geografis itulah yang kelak menjadi inti kota Atlantis. Jadi, bisa dibilang, tanpa Cleito, arsitektur peradaban Atlantis tidak akan pernah terbentuk seperti yang diceritakan Plato.

Posisi Cleito dalam Hierarki Mitologi Atlantis

Cleito bukan sekadar tokoh pendamping. Dalam pembacaan simbolis mitologi Yunani, perempuan yang melahirkan sepuluh raja sekaligus adalah figur dengan kekuatan kosmologis yang luar biasa. Tidak sedikit peneliti yang menyebutnya sebagai “ratu tanah” atau earth queen—sementara Poseidon memegang kuasa lautan.

Faktanya, dalam beberapa tradisi interpretasi esoterik Atlantis yang berkembang di abad ke-20 hingga awal ke-21, Cleito bahkan diperlakukan seperti dewi kesuburan yang memiliki otoritas atas kehidupan dan reproduksi seluruh peradaban. Peran ini secara simbolis jauh melampaui seorang ratu biasa.

Figur Ratu Lain yang Diklaim Terkait Atlantis

Leucippe dan Tradisi Pseudo-Mythology

Selain Cleito, ada nama Leucippe yang muncul dalam beberapa teks pseudo-mitologi yang ditulis belakangan. Leucippe disebut sebagai istri Euenor—ayah Cleito—sehingga secara garis keturunan, ia lebih tepat disebut nenek moyang perempuan pertama dari Atlantis. Dalam beberapa interpretasi, Leucippe justru dianggap sebagai sosok “proto-ratu”, perempuan pertama yang menghuni tanah yang kelak menjadi Atlantis.

Nah, menariknya, tradisi ini berkembang jauh melampaui teks Plato dan masuk ke dalam fiksi spekulatif serta kajian New Age yang cukup populer. Banyak orang mencampurkan versi Plato dengan interpretasi bebas ini tanpa memisahkan mana mitos asli dan mana yang rekonstruksi modern.

Ratu Atlantis dalam Budaya Pop dan Pengaruhnya pada Persepsi Modern

Coba bayangkan betapa banyak film, komik, dan serial yang terinspirasi dari konsep “Queen of Atlantis”—dari DC Comics dengan karakter Atlanna, ibu Arthur Curry alias Aquaman, hingga berbagai permainan video berbasis mitologi laut. Representasi ini secara tidak langsung membentuk persepsi publik tentang seperti apa sosok ratu Atlantis itu.

Penting untuk memisahkan antara mitologi Atlantis yang bersumber dari Plato dengan konstruksi budaya pop modern. Keduanya menarik, tetapi berada di jalur yang berbeda secara akademis.

Kesimpulan

Queen of Atlantis, dalam konteks mitologi kuno yang paling otentik, merujuk kuat pada sosok Cleito—perempuan yang menjadi titik persimpangan antara dunia manusia dan dunia dewa dalam narasi Plato. Ia bukan ratu dengan mahkota dan takhta, tetapi kekuatannya justru terletak pada perannya sebagai poros dari seluruh dinasti kerajaan Atlantis.

Bagi siapa pun yang tertarik mendalami mitologi Atlantis secara serius, membaca kembali teks Critias karya Plato adalah langkah pertama yang tidak bisa dilewati. Dari sana, gambaran tentang Queen of Atlantis akan jauh lebih kaya dan berlapis dibandingkan versi mana pun yang ditawarkan oleh budaya populer.

FAQ

Siapa nama ratu Atlantis menurut mitologi Yunani?

Menurut teks Plato, sosok yang paling dekat dengan gelar ratu Atlantis adalah Cleito. Ia adalah perempuan manusia yang dipilih oleh dewa Poseidon dan melahirkan sepuluh putra yang menjadi raja-raja pertama Atlantis.

Apakah Queen of Atlantis benar-benar ada dalam sejarah?

Tidak ada bukti sejarah yang mengonfirmasi keberadaan Atlantis maupun ratunya secara literal. Atlantis dan tokoh-tokohnya, termasuk Cleito, berasal dari teks filosofis Plato yang kemungkinan besar merupakan alegori atau konstruksi naratif.

Apa perbedaan Cleito dan Atlanna sebagai Queen of Atlantis?

Cleito berasal dari mitologi Yunani kuno melalui tulisan Plato, sedangkan Atlanna adalah karakter fiksi dari semesta DC Comics. Keduanya menyandang label “ratu Atlantis”, tetapi berasal dari sumber yang sama sekali berbeda.